Absensi Jasmine -
Berikut adalah sebuah cerita pendek dengan tema : Absensi Jasmine
Jasmine menggeleng pelan. Air matanya jatuh. Ruang kelas hening. absensi jasmine
Dan setiap kali ada kertas bertuliskan atau “takut kehilangan” dengan tulisan miring khas Jasmine, Bu Ratna akan mengangguk kecil, lalu di buku absensi, di samping nama Jasmine, ia menuliskan bukan hanya “H” atau “I” atau “S”, tapi sebuah titik kecil—tanda bahwa ia melihat, ia memahami, dan ia hadir untuk Jasmine, lebih dari sekadar angka kehadiran. Berikut adalah sebuah cerita pendek dengan tema :
Dan Jasmine? Ia lulus dengan nilai yang biasa saja, tapi ia tumbuh menjadi wanita yang kelak, di tempat kerjanya, akan selalu memperhatikan rekan yang paling sunyi, dan diam-diam menuliskan titik kecil di hatinya untuk mereka. Absensi bukan sekadar catatan hadir atau tidak. Kadang, di balik sebuah nama, ada kisah yang butuh dilihat, bukan sekadar dicoret. Dan setiap kali ada kertas bertuliskan atau “takut
Bu Ratna menghela napas panjang. Ia menuliskan keterangan “S” (Sakit—keterangan untuk keluarga) dengan agak menekan. Di dalam hati, ia khawatir. Bukan hanya soal nilai, tapi tentang beban yang dipikul gadis seusia Jasmine.
Sejak hari itu, Bu Ratna membuat peraturan baru di kelasnya: setiap pagi, sebelum absensi dimulai, semua siswa diminta menulis satu kata tentang perasaannya di selembar kertas kecil, tanpa nama. Lalu Bu Ratna mengumpulkannya. Bukan untuk dihukum, tapi untuk dibaca.
Di akhir semester, buku absensi biru tua itu sudah diganti dengan yang baru. Tapi halaman terakhir buku lama, yang berisi nama Jasmine sepanjang dua bulan terakhir, masih disimpan Bu Ratna di laci mejanya. Di samping setiap tanggal, ada titik-titik kecil yang baginya berarti:

Recent Comments